assalamualaikumwr.wb, artikel kali ini membahas tantang ayat - ayat al-qur'an dan hadis tentang ilmu pengetahuan, mencari ilmu hukumnya wajib, dan sebagaimana jika kita berilmu maka di dunia kita berkehidupan dengan baik. karena ilmu lah yang bisa mengontrol diri kita terhadap aktivitas di dunia. jadi apa sih ayat-ayat dan hadis nya, mari simak
NabiMuhammad mewajibkan ummatnya untuk menuntut ilmu. "Menuntut ilmu wajib bagi muslimin dan muslimah" begitu sabdanya. "Tuntutlah ilmu dari sejak lahir hingga sampai ke liang lahat.". 12. Hadits-hadits seperti "Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pengetahuan, ia berada di jalan Allah", "Tinta seorang ulama
Sebagaimanahadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ "Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).
18NDib1. Hadits أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ Dari Anas bin Malik berkata “Rasulullah saw bersabda mencari ilmu itu wajib atas setiap orang Muslim” HR. Ibnu Majah Hadis yang diriwayatkan pertama kali oleh Anas bin Malik salah seorang sahabat terdekat Rasulullah Saw ini dapat dijumpai di banyak kitab Hadis, antara lain di Sunan Ibn Majah salah satu diantara enam kitab Hadis al-Kutub al-Sittah yang paling mu’tabar paling diakui dan dijadikan referensi. Selain Anas bin Malik, sahabat Rasulullah Saw yang juga meriwayatkan hadis ini adalah Abu Said al-Khudri sebagaimana disebutkan dalam kitab Musnad al-Syihab karya Muhammad bin Salamah bin Ja’far. Karena banyaknya kitab yang mencantumkan hadis ini, maka hadis inipun sangat sering dikutip dalam karya-karya ilmiah, buku-buku maupun tulisan popular serta seminar dan ceramahceramah. Namun demikian Ibn Majah sendiri menganggap hadis ini termasuk hadis dla’if lemah, tidak sahih. Kelemahan hadis ini terletak pada seorang rawinya yang ada pada rangkaian sanad yaitu Hafash bin Sulaiman yang dinilai tidak tsiqah oleh Yahya bin Ma’in dan dikatakan matruk oleh Ahmad bin Hanbal dan Bukhary. Jadi penilaian bahwa hadis ini lemah adalah didasarkan pada kelemahan diri seorang perawinya. Meskipun hadis di atas dla’if dari sisi perawi, akan tetapi kandungan matn-nya sejalan dengan ajaran al-Qur’an yang memerintahkan kaum Muslimin menggali pengetahuan, antara lain surat al-Taubah ayat 122, dan surat al-Alaq ayat 1-5. Artinya, hadis ini mengandung ajaran untuk mengamalkan perbuatan-perbuatan yang baik yang disebut fadla’ilul a’mal. Hadis yang mengandung ajaran fadla’ilul a’mal ini, meskipun kualitasnya dla’if, menurut para ulama hadis boleh dijadikan dasar perbuatan. Pendapat serupa ini antara lain dikemukakan oleh Ahmad bin Hanbal. Perintah mencari ilmu ini, betul-betul diperhatikan oleh kaum Muslimin sehingga sejak awal perkembangan peradaban Islam aktifitas belajar dan mengajar sangat intensif dilakukan. Beberapa sahabat dikirim oleh Rasulullah ke berbagai tepat seperti Yaman, Syam, dan Mesir untuk memberikan pengajaran. Setelah itu, di masa tabiin banyak pencari ilmu yang melakukan rihlah ilmiyah yakni perjalanan ke berbagai kota dan negeri untuk mencari ilmu. Rihlah ilmiyah dilakukan karena kebanyakan pelajar Islam tidak puas dengan pengetahuan yang diperoleh dari belajar kepada sedikit guru. Karena itu mereka tidak segan-segan melakukan perjalanan jauh untuk belajar pada guru di kota-kota yang mereka tuju. Dengan aktifitas rihlah ilmiyah ini, pendidikan Islam di masa klasiktidak hanya dibatasi dinding ruang belajar, akan tetapi Pendidikan Islam memberi kebebasan kepada murid-murid untuk belajar kepada guru-guru yang mereka kehendaki. Selain murid-murid, guru-guru juga melakukan perjalanan dan berpindah dari satu kota ke kota lain untuk mengajar sekaligus belajar. Dengan demikian aktifitas rihlah ilmiyah mendorong lahirnya learning society masyarakat belajar. Hadits فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ Dari Abu Ad Darda lalu berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mengiringinya berjalan menuju surga. Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu sungguh akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak." HR. Abu Dawud Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang hadits tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sumber buku Siswa Hadits Ilmu Hadits Kelas XII MA Kementerian Agama Republik Indonesia, 2016. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin.
اًقيِر َط َكَلَس ْنَم ُلوُقَي َمَلَسَو ِهْيَلَع َُها َل َص َِها َلوُسَر ُتْعِمَس ِنِإَف ءاَدْرَدا وُبَأ َلاَق اَهَتَحِنْجَأ ُع َضَ َل َةَكِئ َلَمْلا َنِإَو ِةَنَْلا ِقُرُط ْنِم اًقيِرَط ِهِب َُها َكَلَس اًمْلِع ِهيِف ُبُلْطَي ِف ُناَتيِلاَو ِضْرْ لا ِف ْنَمَو ِتاَوَم َسلا ِف ْنَم َُ ْ ل ُرِفْغَتْسَيَ َل َمِلاَعْلا َنِإَو ِمْلِعْلا ِبِلاَطِل اًضِر ِبِكاَوَكْلا ِرِئاَس َ َع ِرْدَْبا َةَلْ َي ِرَمَقْلا ِلْضَفَكِدِباَعْلا َ َع ِمِلاَعْلا َلْضَف َنِإَو ِءاَمْلا ِفْوَج ْنَمَف َمْلِعْلا اوُثَرَو اَمَنإَو اًمَهْرِداَو اًراَنيِد اوُثِرَوُي ْمَل َءاَيِبْنَ َ ْلا َنِإَو ِءاَيِبْنلا ُةَثَرَو َءاَمَلُعَ ْ ْلا َنِإَو دواد وبأ هاور ٍرِفاَو ٍظَ ِب َذَخَأ ُهَذَخَأ Artinya Dari Abu Ad Darda lalu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‹alaihi wasallam bersabda Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu sungguh akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak. HR. Abu Dawud Banyak pesan dan pelajaran yang bisa diambil dari hadits Abu Darda tersebut 1. Menuntut ilmu hukumnya fardlu `ain, artinya bahwa setiap orang Islam wajib menuntut ilmu terutaama ilmu-ilmu agama. 2. Perjalanan untuk mendapatkan ilmu termasuk pekerjaan yang bernilai ibadah, bahkan bisa disebut sedang berjihad, sehingga rasulullah saw mengibaratkan perjalanan mencari imu seperti perjalanan menuju surga. 3. Ilmu Pengetahuan dan teknologi, kalau digunakan sesuai dengan proporsinya akan banyak mendatangkan kemudahan, dan memberikan kenyamanan hidup, termasuk dapat membantu memperlancar pelaksanaan ibadah. 4. Kedudukan orang yang memiliki ilmu itu lebih tinggi dari orang yang ahli ibadah, karena orang berilmu akan melaksanakan ibadah sesuai dengan ilmunya, sementara orang ahli ibadah belum tentu mengilmui ibadah yang dilakukan. 5. Membandingkan antara bulan purnama dan benda planet lainnya merupakan pesan tersendiri yang secara tersirat mendorong manusia untuk mengembangkan teknologinya, terutama yang berkaitan dengan astronomi. mereka diberi alhikmah, kebijaksanaan dan pengetahuan, di samping pengetahuan yang diperolehnya mereka secara empiris; Mereka mampu belajar dari sejarah berbagai bangsa,kemudian disimpulkannya satu pelajaran yang bermanfaat,yang dapat dijadikan petunjuk dalam mengambil keputusan di dalam kehidupan ini. Selain beberapa keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada mereka sebagaimana tersebut di atas, mereka ulû alalbâb juga memiliki sifat-sifat yang lain istimewa, antara lain 1. Bersunguh-sungguh mencari ilmu, termasuk di dalamnya kesenangannya mentadabburi ciptaan Allah SWT di langit dan di bumi, dan mentasyakkuri memanfaatkan nikmat Allah SWT dengan menggunakan akal pikiran, sehingga kenikmatan itu makin bertambah. 2. Mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian ia memilih yang baik, walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh sekian banyak orang. Al-An`âm 100 3. Kritis dalam mendengarkan pembicaraan,pandai menimbang-nimbang ucapan, teori, proposisi atau dalil yang dikemukakan orang lain. Az-Zumar 18 4. Bersedia menyampaikan ilmunya kepada masyarakat lain untuk memperbaiki masyarakatnya; bersedia memberikan peringatan kepada masyarakat al-Taubah [9] 122 5. Tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah SWT. Berkali-kali Al-Qur`an menyebutkan bahwa ulû alalbâb hanya takut kepada Allah SWT. PROSES PEMBELAJARAN 1. Persiapan a. Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa memulai pelajaran dengan berdoa b. Guru mengkondisikan ruangan dan warga kelas untuk siap belajar; memeriksa kebersihan kelas, kehadiran siswa, kerapian berpakaian, dan posisi tempat duduk yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. c. Guru menyapa siswa. d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran e. Guru menfokuskan konsentrasi siswa dengan menyampaikan pertanyaan secara komunikatif mengenai hal yang terkait dengan materi Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Menyiapkan media/alat peraga/alat bantu dapat berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca, atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya. g. Guru menggunakan metode yang beragam dalam menyampaikan materi, tidak terpaku pada satu metode sehingga suasana ruang kelas tetap terjaga aktif belajar. Yang lebih cocok memang direct methode dengan berbasis pada whole-class learning; model pengajaran langsung dan semua siswa merasakan suasana pembelajaran yang interaktive. 2. Pelaksanaan 1. Guru meminta siswa untuk mencermati perenungan yang ada pada kolom “Mari Renungkan”. Tetapi kalau materi dalam “mari renungkan” disampaikan guru dengan gaya bahasa yang menarik akan lebih mengena sebagai bahan renungan. 2. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang hasil perenungannya. 3. Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap hasil perenungan siswa. 4. Guru meminta siswa untuk mengamati gambar yang ada di kolom “Mari Mengamati”. 5. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang gambar tersebut. 8. Siswa melakukan tanya jawab terkait tema kajian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan hasil renungan dan pengamatan. 9. Guru menyampaikan materi pembelajaran • Membaca ayat dan hadits [guru memberi contoh cara membaca yang benar – siswa menirukan bacaan guru – guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca] • Menghafal ayat dan hadits [guru mengalokasikan + 10 menit bagi siswa untuk memulai sedikit hapalan] • Guru bergerak aktif sambil mencari tahu keaktifan siswa dalam menghapal. • Guru mengkaji ayat dan hadits yang dimaksud [arti kosa kata – terjemah – penjelasan – kandungan ...dll] • Guru menggunakan ungkapan bahasa yang komunikatif. 10. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk berdiskusi sesuai dengan tema yang telah ditentukan. 11. Secara bergantian masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lainnya memperhatikan atau menyimak dan memberikan tanggapan. 12. Guru memberikan penambahan dan penguatan kepada siswa tentang materi tersebut. 13. Guru dan siswa menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. 14. Pada kolom “EVALUASI”, guru 1 Meminta siswa untuk membaca ayat yang telah ditentukan dan membantu siswa memberikan tanda centang √ sesuai dengan hasil bacaan siswa; sangat lancar, lancar, sedang, kurang lancar atau tidak lancar. 2 Meminta siswa untuk mengerjakan bagian pilihan ganda dan uraian. 3 Memberikan pengarahan kepada siswa dalam rangka mencari ayat-ayat al-Quran yang berbasis ibadah sosial Kolom Tugas. PENILAIAN a. Sikap No Nama siswa Aspek Penilaian Sikap Skor Nilai Disiplin Rajin Religi Sosial Keterangan 1. Penilaian sikap ini bersifat subjektif, maka kriteria penilaiannya diserahkan kepada kebijakan guru 2. Penskoran mengikuti standar penilaian pada umumnya; minimal 1, dan maksimal 4. 3. Jumlah skor maksimal 16 point. Penskoran b. Diskusi Guru melakukan penilaian terhadap siswa dalam Pengamatan pada saat pelaksanaan diskusi. No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan Aspek dan rubrik penilaian 1. Kejelasan dan kedalaman informasi. a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna, skor 4. b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 3 c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap, skor 2 d. Jika kelompok tersebut dalam memberikan penjelasan dan kedalaman materi tidak lengkap, skor 1 2. Keaktifan dalam diskusi. a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 4 b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 3 c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 2 d. Jika kelompok tersebut tidak aktif dalam diskusi,skor 1 3. Kejelasan dan kerapian presentasi a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 4 b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 3 c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 2 d. Jika kelompok tersebut mempresentasikan dengan kurang jelas dan kurang rapi, skor 1 INSTRUMEN PENILAIAN A. Membaca No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan B. Menghafal No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan Aspek Penilaian di dalam MEMBACA” dan “MENGHAFAL” 1. Kelancanan 2. Tajwid 3. Makhraj C. Melengkapi dan Memberi Arti اًقيِرَط 1. . . . ْنَم ُلوُقَـي َمَلَسَو ِهْيَلَع َُلا ىَلَص َِلا َلوُسَر ُتْعَِس ِّنِإَف ءاَدْرَدلا وُبَأ َلاَ .ُعَضَتَل َةَكِئ َلَمْلا َنِإَو ِةَنَْلا ِقُرُط ْنِماًقيِرَط ِهِبَُلا َكَلَس 3. . . . ِهيِف 2 . . . . ِف ْنَمَو ِتاَوَمَسلا ِف ْنَمُهَل ُرِفْغَـتْسَيَل 5. . . . . َنِإَو ِمْلِعْلا ِبِلاَطِل اًضِر 4. . . . َةَلْـيَل ِرَمَقْلا ِلْضَفَكِدِباَعْلا ىَلَع ِِلاَعْلا َلْضَف َنِإَو 7. . . ِف 6. . . . .َو ِضْرَْلا اًَهْرِد َلَو اًراَنيِد 8. . .. . َءاَيِبْنَْلا َنِإَو ِءاَيِبْنَْلا ُةَثَرَوَءاَمَلُعْلا َنِإَو ِبِكاَوَكْلا ِرِئاَس ىَلَع ِرْدَبْلا ٍرِفاَو ٍّظَِب َذَخَأ ُهَذَخَأ ْنَمَف َمْلِعْلا اوُثَرَو 5 1 6 2 7 3 Keterangan 1. Setiap nomor jawaban bernilai 2 2. Nilai Maksimal untuk 8 butir soal =16 3. Penskoran Pilihan Ganda 1. Surat Al Alaq [96] 1, mengandung perintah untuk . . . . . a. Memperbanyak ibadah b. Mencari ilmu melalui banyak membaca c. Mengajarkan ilmu Pengetahuan Agama d. Meningkatkan ilmu dan amal e. Menghormati orang-orang yang berilmu 2. Sebutan yang cocok untuk orang yang mampu menselaraskan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai spiritual keagamaan adalah . . . . a. Khalifah b. Ulul albab c. Amirul Mukminin d. Mujtahid e. Ulul Arham 3. Berdasarkan QS Taubah [9] 122 Allah SWT memberi apresiasi kepada hambaNya yang menekuni bidang . . . . . a. Ilmu Pengatahuan dan Teknologi b. Ilmu Agama c. Ilmu Strategi Perang d. Organisasi e. Ilmu Pemerintahan 4. Kedudukan orang berilmu dibanding dengan yang tidak berilmu, diumpamakan oleh rasulullah seperti . . . . . a. air hujan b. tanah yang subur c. bulan purnama d. pohon yang berbuah e. lilin yang membakar dirinya 5. ُعَن ْصَي اَمِب ًاضِر ِمْلِعلا ِبِلاَطِل اَهَتَحِنْجأ ُعَضََل َةَكِئَلَملا َنإَو Hadits tersebut menunjukkan rasa hormat malaikat kepada . . . a. Orang yang banyak ibadah b. Orang yang membantu orang lain dengan shadaqah c. Orang yang menuntut ilmu d. Orang yang rendah hati dan tawadlu e. Orang yang selalu berdzikir siang dan malam 6. Maksud dari ayat ْمَلْعَي ْمَل اَم َنا َسْنِلا َمَلَعْ a. Sumber ilmu pengetahuan adalah manusia b. Orang yang berilmu mengetahui segalanya c. Pada dasarnya manusia itu tidak memiliki ilmu d. Belajar tidak menenal batas waktu e. Membaca merupakan media belajar yang mudah 7. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus didukung dengan keimanan yang baik, seperti kandungan ayat berikut a. َنوُنِمْؤُي ا ٍمْوَق ْنَع ُرُذُناَو ُتاَيَ لا ِنْ ْغُت اَمَو b. ِمَلَقْلاِب َمَلَع يِ َلا c. ٍتاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتوُأ َنيِ َلاَو ْمُكْنِم اوُنَمآ َنيِ َلا َُها ِعَفْرَي d. َناَيَ ْبا ُهَمَلَع 3 َناَسْنِ ْلا َقَلَخ 2 َنآْرُقْلا َمَلَع e. ٍنوُنْمَم ُ ْيَغ ٌرْجَأ ْمُهَلَف ِتاَ ِلا َصلا اوُلِمَعَو اوُنَمآ َنيِ َلا َاِإ 8. Allah memerintahkan Nabi Muhammad beserta umatnya untuk memperhatikan apa yang ada dilangit dan dibumi. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan Al Qur an Surat …. a. Yunus [10] 101 b. al Baqarah [2] 164 c. Yunus [10] 164 d. ai Baqarah [2] 101 e. al-Mujadilah [58] 11 c. Kejadian langit dan bumi sebenarnya tanda dan peringatan tetapi tidak dimengerti oleh orang kafir d. Kedudukan orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat kauniyah e. Orang yang menuntut ilmu agama akan dimudahkan jalan hidupnya 10. َءاَمَلُعْلا َنِإَو ُةَثَرَو ِءاَيِبْنَ ْلا a. Ulama mewarisi kedudukan para nabi dan rasul b. Ilmunya para ulama sejajar dengan ilmu nabi c. Ulama mempunyai tanggung jawab menyebarkan ajaran nabi d. Nabi mewariskan berkahnya kepada para ulama e. Para ulama menerima limpahan karomah dari nabi Kunci Jawaban 1. B, 2. B, 3. B, 4. C, 5. C, 6. C, 7. C, 8. A, 9. C, 10. C Keterangan 1. Setiap nomor bernilai 1 2. Nilai Maksimal 10 sesuai dengan jumlah butir soal 3. Penskoran Uraian 1. Siapa yang dimaksud dengan ulul albâb ! 2. Sebutkan tiga sifat ulul albâb yang kamu ketahui ! 3. Orang yang berilmu itu seperti purnama sebagaimana perumpamaan rasulullah saw. Mengapa? 4. Sebutkan beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi! 5. Kemajuan teknologi membantu memudahkan pelaksanaan ibadah. Berikan contohnya dalam kehidupan di sekitar kita ! Kunci Jawaban 1. Ulul al-bâb, sering diartikan dengan orang yang berpikir, tetapi sebenarnya yang disebut dengan ulul albâb adalah orang-orang yang mampu mengendalikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kekuatan hati dan iman. 2. Sifat-sifat ulul albâb selalu berdzikir kepada Allah baik secara lisan maupun perbuatan, selalu meningkatkan keimanan dengan memikirkan alam semesta yang diciptakan oleh yang Maha Pencipta, takut kepada Allah dan merasa khawatir kalau ilmu yang dimilikinya menyebabkan mereka masuk ke dalam neraka. 3. Rasulullah mengumpamakan orang yang berilmu seperti bulan purnama Karena orang-orang yang berilmu [seharusnya] banyak memberi manfaat menerangi jalan hidup manusia dengan pencerahan ilmunya seperti bulan purnama yang mampu memberi cahaya terang di malam gelap. Di samping itu sinar bulan purnama tidak menyengat seperti matahari, ilmu yang dikembangkan jangan sampai menyusahkan oran lain bahkan sampai membuat kerusakan. 4. Jawaban diserahkan kepada kebijakan guru sesuai dengan kedaerahan kearifan lokal 5. Memudahkan menentukan arah qiblat, penentuan awal dan akhir bulan, perjalanan haji semakin singkat, belajar ilmu agama semakin mudah dll. Keterangan 1. Penilian dan Penskoran diserahkan kepada guru. 2. Dalam penilaian dan penskoran guru mempertimbangkan kelengkapan dan ketepatan siswa dalam menjawab 3. Jumlah soal 5 butir, setiap butir bernilai 2, nilai maksimal 10 4. Penskoran E. Tugas Penilian dan Penskoran diserahkan kepada guru. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Siswa yang sudah dinilai menguasai materi diberi tugas tambahan berupa pertanyaan-pertanyaan atau kegiatan kepustakaan untuk pengembangan dan penguatan materi siswa yang dinilai bisa berkembang lebih lanjut. Sementara siswa yang belum mendapatkan nilai yang cukup, mendapatkan tugas membaca/mengulang kembali materi yang telah diberikan dengan panduan soal-soal evaluasi terdahulu, atau dengan tambahan jam untuk menjelaskan materi dan INTERAKSI DENGAN ORANG TUA/WALI SISWA Guru meminta siswa memperlihatkan kolom “Ayo Berlatih” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf. Cara lainnya dapat juga dengan mengunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung dengan cara home visit, atau melalui telepon, tentang perkembangan perilaku anaknya. KOMPETENSI INTI KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Ilustrasi Hadits tentang Ilmu Pengetahuan Foto UnsplashSejak dulu, ilmu pengetahuan memiliki posisi yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Buktinya dapat dilihat dari penemuan sejumlah ilmuwan Islam di berbagai bidang, mulai dari fisika, ekonomi, seni, hingga Jurnal Pandangan Islam tentang Ilmu Pengetahuan dan Refleksinya Terhadap Aktivitas Pendidikan Sains di Dunia Muslim oleh Hasbi Indra, Al-Quran menegaskan bahwa umat Muslim yang memiliki ilmu pengetahuan akan meraih derajat tinggi dalam kehidupan. Sebab, Allah SWT sangat menghargai orang yang mempunyai ilmu informasi dari buku Islam dan Ilmu Pengetahuan karangan Abuddin Nata 2018, ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang sudah bersifat ilmiah. Ilmu ini mempunyai objek jelas yang berupa fenomena alam hingga itu, ilmu pengetahuan juga menggunakan metode yang jelas, seperti observasi dan eksperimen. Ilmu yang bersifat rasional ini disusun secara sistematik dan kedudukan ilmu pengetahuan bagi umat Islam juga dapat dibuktikan dari sejumlah hadits terkait ilmu. Apa saja hadits-haditsnya? Mari simak pembahasannya melalui artikel Hadits tentang Ilmu Pengetahuan Foto UnsplashHadits tentang Ilmu PengetahuanBerikut hadits tentang ilmu pengetahuan yang dikutip dari Jurnal Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Hadis Nabi tulisan Suja'i Sarifandi dan Jurnal Sumber-sumber Ilmu Pengetahuan dalam Al-Qur'an dan Hadits karya Sayid Qutub"Bersumber dari Anas bin Malik ra. Ia berkata, Rasulullah SAW., bersabda Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.""Bersumber dari al-Hasan ra., ia berkata Rasulullah SAW., bersabda Barangsiapa meninggal dunia di saat sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka ia masuk surga dalam satu tempat dengan para nabi-nabi."3. HR. al-Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan Ahmad"Bersumber dari Abdullah bin Mas’ud ra. berkata Nabi saw bersabda Tidak boleh hasud iri, kecuali pada dua hal orang yang dikaruniai harta benda oleh Allah kemudian ia menggunakan hartanya sampai habis dalam kebaikan, dan orang yang dikaruniai hikmah ilmu oleh Allah kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya."4. HR. Muslim, al-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan al-Darimi"Bersumber dari Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah saw. bersabda Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah memudahkan baginya jalan ke surga.""Bersumber dari Anas bin Malik ra. berkata Rasulullah saw. bersabda “Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali."Ilustrasi Hadits tentang Ilmu Pengetahuan Foto Unsplash"Aku mendengar Rasulullah SAW., bersabda Janganlah kalian mencari ilmu untuk menyombongkan diri kepada ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau untuk memalingkan muka manusia kepada kalian. Barangsiapa melakukan itu, ia masuk neraka.""Menuntut ilmu itu suatu kewajiban kepada setiap muslim."8. HR. Muslim, al-Tirmidzi, al-Darimi, Abu Dawud, al-Nasa'i, dan Ahmad"Bersumber dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda Ketika seseorang meninggal dunia maka akan terputuslah amalnya, kecuali tiga hal; kecuali sedekah jariah, atau ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakan kepadanya.""Bersumber dari Jabir bin Abdullah ra. berkata Rasulullah saw bersabda Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat."10. HR. Abu Dawud, al Nasa'i, dan Ibnu Majah"Bersumber dari Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah saw. berdoa Ya Allah aku mohon perlindungan kepadamu dari empat perkara; dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak merasa kenyang puas, dan dari doa yang tidak didengar"
Al-Qur’an secara ilmu kebahasaan berakar dari kata qaraa yaqrau qur’anan yang bererti “bacan atau yang dibaca”. Secara general Al-Qur’an didefenisikan sebagai sebuah kitab yang berisi himpunan kalam Allah, suatu mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantaraan malikat Jbril, ditulis dalam mushaf yang kemurniannya senantiasa terpelihara, dan membacanya merupakan amal ibadah. Al- Qur’an adalah kitab induk, rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetuhan, sejauh mana keabsahan ilmu harus diukur standarnya adalah Al-Qur’an. Ia adalah buku induk ilmu pengethuan, di mana tidak ada satu perkara apapun yang terlewatkan, semuanya telah terkafer di dalamnya yang mengatur berbagai asfek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah Hablum minallah; sesama manusia Hablum minannas; alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu emperis, ilmu agama, umum dan sebgaianya. Al-an’am 38. Lebih lanjut Achmad Baiquni mengatakan, “sebenarnya segala ilmu yang diperlukan manusia itu tersedia di dalam Al-Qur’an”. Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai sumber hukum dan pedoman hidup bagi pemeluk Islam dan bernilai ibadat yang membacanya. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu bukan sekadar pengetahuan knowledge, tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi. Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani material saja, atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat. Manusia merupakan ciptaan yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaan Allah. Karena, manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan disertakan alat untuk berfikir. Dengan akal dan fikirannya manusia dapat membangun peradaban dan menghadirkan ilmu pengetahuan. Sains dan ilmu pengetahuan adalah merupakan salah satu isi pokok kandungan kitab suci al-Qur’an. Bahkan kata ilm itu sendiri disebut dalam al-Qur’an sebanyak 105 kali, tetapi dengan kata jadiannya ia disebut lebih dari 744 kali. Sains merupakan salah satu kebutuhan agama Islam, betapa tidak setiap kali umat Islam ingin melakasanakan ibadah selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat yang tepat, umpamanya melaksanakan shalat, menentukan awal bulan Ramadhan, pelaksanaan haji semuanya punya waktu-waktu tertentu dan untuk mentukan waktu yang tepat diperlukan ilmu astronomi. Maka dalam Islam pada abad pertengahan dikenal istilah “ sains mengenai waktu-waktu tertentu”. Banyak lagi ajaran agama yang pelaksanaannya sangat terkait erat dengan sains dan teknologi, seperti untuk menunaikan ibadah haji, bedakwah menyebarkan agama Islam diperlukan kendraan sebagai alat transportasi. Allah telah meletakkan garis-garis besar sains dan ilmu pengetahuan dalam al-Qur’an, manusia hanya tinggal menggali, mengembangkan konsep dan teori yang sudah ada, antara lain sebagaimana terdapat dalam Ar-Rahman 55/33. Teknologi adalah pengembangan dan penggunaan dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Definisi lainnya digunakan dalam ekonomi adalah teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi. Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat. Hai jama''ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus melintasi penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan Ar-Rahman 55/33. Ayat - Ayat Alqur'an tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Surat Ar-Rahman 33 يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ Terjemahan ayat “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. Ayat tersebut berisi anjuran bagi siapapun yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk berusaha mengembangkan kemampuan sejauh-jauhnya sampai-sampai menembus melintas penjuru langit dan bumi. Namun al-Qur’an memberi peringatan agar manusia bersifat realistik, sebab betapapun baiknya rencana, namun bila kelengkapannya tidak dipersiapkan maka kesia-siaan akan dihadapi. Kelengkapan itu adalah apa yang dimaksud dalam ayat itu dengan istilah sulthan, yang menurut salah satu pendapat berarti kekuasaan, kekuatan yakni ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa penguasaan dibidang ilmu dan teknologi jangan harapkan manusia memperoleh keinginannya untuk menjelajahi luar angkasa. Oleh karena itu, manusia ditantang dianjurkan untuk selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Tafsir Al- Mishbah oleh M. Quraish Shihab. Ayat diatas menegaskan bahwa mereka tidak dapat menghindar dari pertanggungjawaban serta akibat-akibatnya. Allah menentang mereka dengan menyatakan hai kelompok jin dan manusia yang durhaka, jika karena sanggup menembus keluar menuju penjuru-penjuru langit dan bumi guna menghindar dari pertanggungjawaban / siksa yang menimpakanmu itu, maka tembuslah keluar. Tetapi sekali-kali kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan, sedangkan kamu tidak memiliki kekuatan! Maka nikmat tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu berdua ingkari? Peringatan diatas yang merupakan salah satu bentuk nikmat Allah SWT dan karena itu pertanyaan yang menggugah atau mengandung kecaman tersebut diulangi lagi. Surat Al-Mulk 19. أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ Terjemahan ayat “Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatup sayapnya diatas mereka? Tidak ada yang menahan di udara selain Yang Maha Pemurah Dia Maha Melihat Segala Sesuatu”. Ayat diatas menceritakan tentang bagaimana burung bisa terbang mengembangkan sayapnya. Itu karena burung dilengkapi dengan organ-organ tertentu, misalnya sayap, bulu-bulu yang dapat menahan angin dan badan yang lebih ringan dari pada tenaganya, tentu hal serupa juga tidak mustahil bagi manusia untuk bisa terbang, Bila dilengkapi dengan organ-organ yang mampu menerbangkannya. Hai ini pernah dicoba oleh manusia terdahulu ketika mereka mencoba terbang seperti burung. Mereka membuat sayap kemudian diikatkan pada kedua tangannya, lalu terbang dari atas, namun sayang mereka tidak bisa terbang ke atas karena tidak seimbang antara berat badannya dan kekuatan sayapnya. Tetapi berkat akal pikirannya manusia akhirnya mampu membuat pesawat udara dan alat-alat lain yang dapat menerbangkan dirinya bahkan benda-benda yang jauh lebih berat. Maha Besar Allah yang telah manusia dan dilengkapi dengan akal pikiran. Menurut Tafsir Ibnu Katsir oleh Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Ayat diatas menegaskan bahwa terbangnya burung dengan kekuasaan Allah, menunjukkan bahwa dia Maha Melihat setiap perkara yang kecil dan yang besar. Kemudian Allah berfirman “ dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka?” yakni, terkadang burung mengepakkan sayapnya di udara dan terkadang melipatnya dan mengembangkan-nya. “ tidak ada yang menahannya , “ yakni di udara, “ selain Yang Maha Pemurah”. karena rahmat dan kelembutannya, dia menundukkan udara untuk burung-burung agar dapat terbang menembusnya. Surat Al-Hadid 25. لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ Terjemahan ayat “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca keadilan supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, supaya mereka mempergunakan besi itu dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong agama Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. Penjelasan Dalam ayat tersebut, Allah menganugerahkan besi sebagai karunia yang tidak terhingga nilai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari- hari. kita bisa saksikan betapa besi banyak memberikan manfaat kepada manusia. Dengan besi, manusia bisa menciptakan berbagai macam keperluan rumah tangga, kendaraan laut, darat, udara dan sebagainya. Dengan besi pula manusia dapat membina kekuatan bangsa dan negaranya, karena dari besi dibuat segala alat perlengkapan pertahanan dan keamanan negeri, seperti senapan, kendaraan perang dan sebagainya. Karena besi, bangunan-bangunan pencakar langit didirikan. Tentu besi itu hanya salah satu contoh saja dari sekian banyak anugerah Allah yang telah diberikan kepada manusia untuk keperluan hidupnya, seperti emas, perak, tembaga, timah, baja dan lainnya. Kesemuanya itu tersedia di dalam perut bumi, tinggal bagaimana manusia bisa mengeksploitasi dengan tidak merusak lingkungan. Ar - Razi menguraikan dalam tafsirnya. Bahwa pada dua ayat pertama disuruh membaca di atas nama Tuhan yang telah mencipta, adalah mengandung qudrat, dan hikmat dan ilmu dan rahmat. Semuanya adalah sifat Tuhan. Dan pada ayat yang seterusnya seketika Tuhan menyatakan mencapai ilmu dengan qalam atau pena, adalah suatu isyarat bahwa ada juga di antara hukum itu yang tertulis, yang tidak dapat difahamkan kalau tidak didengarkan dengan seksama. Maka pada dua ayat pertama memperlihatkan rahasia Rububiyah, rahasia Ketuhanan. Dan di tiga ayat sesudahnya mengandung rahasia Nubuwwat, Kenabian. Dan siapa Tuhan itu tidaklah akan dikenal kalau bukan dengan perantaraan Nubuwwat, dan nubuwwat itu sendiri pun tidaklah akan ada, kalau tidak dengan kehendak Tuhan. Yunus 101 Ayat ke 101 انْظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا تُغْنِي الْآَيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ Artinya Katakanlah "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". 10 101 Menurut Tafsir Ibnu Katsir oleh Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri Ayat diatas menegaskan bahwa para nabi diutus dengan membawa mukjizat, keadilan dan kebenaran. Allah berfirman “ sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata” yaitu dengan membawa mukjizat, argumentasi-argumentasi yang akurat dan bukti-bukt nyata. “ dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab, yaitu dalil naqli yang benar. “ dan neraca “ yang dimaksud adalah keadilan sebagaimana yang ditafsir oleh Mujahid, Qatadah dan lainnya. Kitab dan neraca keadilan itulah yang merupakan sumber kebenaran yang diakui oleh akal sehat lagi lurus. Dan lawannya adalah berbagai pendapat serta pandangan yang tidak benar. إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ “ Terjemahan ayat " Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati kering-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan.” Dialah yang menciptakan langit dan bumi untuk keperluan manusia, maka seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah Yang Maha Suci itu karena dengan memperhatikan isi semuanya akan bertambah yakinlah dia pada keesaan dan kekuasaan-Nya, akan bertambah luas pulalah ilmu pengetahuannya mengenai alam ciptaan-Nya dan dapat pula dimanfaatkannya ilmu pengetahuan itu sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Yang Maha Mengetahui. Hendaklah selalu diperhatikan dan diselidiki apa yang tersebut dalam ayat ini, yaitu Bumi yang didiami manusia ini dan apa yang tersimpan di dalamnya berupa perbendaharaan dan kekayaan yang tidak akan habis-habisnya baik di darat maupun di laut Langit dengan planet dan bintang-bintangnya yang semua berjalan dan bergerak menurut tata tertib dan aturan Ilahi. Tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan itu, karena apabila terjadi penyimpangan akan terjadilah tabrakan antara yang satu dengan yang lain dan akan binasalah alam ini seluruhnya. Hal ini tidak akan terjadi kecuali bila penciptanya sendiri yaitu Allah Yang Maha Kuasa telah menghendaki yang demikian itu. Hadis tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Hadits - hadits Nabi juga sangat banyak yang mendorong dan menekankan, bahkan mewajibkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu Alavi, 2003. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW “Menuntut ilmu itu suatu kewajiban kepada setiap muslim.” HR. Ibnu Majah Hadits di atas memberikan dorongan yang sangat kuat bagi kaum muslimin untuk belajar mencari ilmu sebanyak-banyaknya, baik ilmu-ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum, karena suatu perintah kewajiban tentunya harus dilaksanakan, dan berdosa hukumnya jika tidak dikerjakan. Lebih Bintang – bintang di langit Nabi bersabda تُوْعَدُوْنَ مَا السَّمَاءَ أَتَى النُّجُوْمُ ذَهَبَتِ فَأِذَا لِلسَّمَاءِ أَمَنَةٌ النُّجُوْمُ يُوْعَدُوْنَ مَا أَصْحَابِى أَتَى ذَهَبْتُ فَأِذَا أَصْحَابِى أَمَنَةٌ أَنَاوَ أَتَى أَصْحَابِى ذَهَبَ فَأِذَا لِأُمَّتِى أَمَنَةٌ وَأَصْحَابِى يُوْعَدُوْنَ مَا أُمَّتِى “ Bintang-bintang adalah pengaman bagi langit, jika bintang mati, maka datanglah pada langit sesuatu yang mengancamnya. Dan aku adalah pengaman bagi sahabatku, jika aku mati, maka datanglah kepada para sahabat sesuatu yang mengancam mereka. Sahabatku adalah pengaman umatku, jika mereka mati, maka datanglah kepada umatku sesuatu yang mengancam mereka.” HR. Imam Muslim. Dalam hadits ini hanya mambahas satu larik saja , yaitu sabda Nabi “bintang-bintang adalah pengaman langit. Jika bintang mati, maka datanglah pada langit sesuatu yang mengancamnya.” Maksud dari kematian bintang adalah meredup dan memudarnya sinar bintang. Sedang maksud dari “sesuatu yang mengancam langit” adalah tersingkap, terpecah, terbuka, dan perubahan langit menjadi sesuatu yang tidak terurus, ditelantarkan, dan dipenuhi asap dan kabut. Pembelahan Bulan. Nabi Bersabda اِنْشِقَاقُ الْقَمَرِ كَرَمَةً لِرَسُوْلِ اللهِ Terjemahan “ Terbelahnya bulan merupakan karamah Rasulullah “. HR. Imam Al-Bukhori . Penjelasan Hadits ini diriwayatkan oleh oleh Imam Al Bukhori dalam Shahihnya kitab Al-Maghazy. Maksud dari hadits ini adalah terbelahnya bulan ini adalah peristiwa . ini merupakan representasi dari salah satu kemukjizatan indrawi yang muncul sebagai penguat bagi Rasulullah dalam menghadapi kaum kafir dan musyrik Mekah dan pengingkaran mereka atas kenabian Nabi SAW. Mukjizat adalah peristiwa adikodrati yang keluar dari ketentuan Sunnatullah. Oleh karena itu, aturan-aturan duniawi tidak mungkin bisa memahami terjadinya mukjizat. Seandainya mukjizat pembelahan bulan menjadi dua ini tidak disebutkan dalam Al-Qur’an dan sejarah Rasulullah, tentu kaum muslimin sekarang tidak akan mengimaninya. Jadi, fungsi hadits di atas adalah untuk menguatkan bahwa Rasulullah benar-benar mempunyai mukjizat yaitu salah satunya membelah bulan jadi dua. Siklus Hujan. مَا مِنْ عَامٍ بِأَقَلَّ مَطَرًا مِنْ عَامٍ Terjemahan “Tidak ada tahun yang lebih sedikit curah hujannya daripada tahun yang lain” Penjelasan Al – Baihaqi meriwayatkan hadis ini dalam As-Sunan Al-kubra dari Ibnu Mas’ud Ra, dari Rasulullah dengan teks hadis “tidak ada tahun yang lebih sedikit curah hujannya daripada tahun yang lain”. Kendati nash hadis berhenti mauquf pada Ibnu Mas’ud, sehingga mendorong beberapa pengkaji hadis untuk melemahkan statusnya dhaif karena tidak dapat memahami petunjuk ilmiahnya, namun hadis ini tetap mempresentasikan sebuah gebrakan ilmiah yang mendahului khazanah sains modern sejak tahun 1400 tahun silam. Di samping itu, hadis ini merupakan salah satu representasi kemukjizatan sains dalam hadits-hadits Nabi SAW. Sehingga meski berstatus dho’if, hadis itu pun tetap kuat dan diperhitungkan. Dari Abud Darda` radhiyallahu anhu berkata Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda مِنْ طَرِيْقًا بِهِ لهُ اسَلَكَ عِلْمًا، فِيْهِ يَطْلُبُ يْقًا طَرِسَلَكَ مَنْ الْعِلْمِ، لِطَالِبِ أَجْنِحَتَهَا لَتَضَعُ الْمَلاَئِكَةَ وَإِنَّ الْجَنَّةِ، طُرُقِ الأَرْضِ، فِي وَمَنْ السَّمَوَاتِ فِي مَنْ لَهُ لَيَسْتَغْفِرُ الْعَالِمَ وَإِنَّ الْعَابِدِ عَلَى الْعَالِمِ فَضْلَ وَإِنَّ الْمَاءِ، فِ جَوْفِي وَالْحِيْتَانُ الْعُلَمَاءَ وَإِنَّ الْكَوَاكِبِ، سَائِرِ عَلَىلْبَدْرِ لَيْلَةَ الْقَمَرِ كَفَضْلِ دِرْهَمًا، وَلاَ دِيْنَارًا يُوَرِّثُوْا لَمْ الأَنْبِيَاءَ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءِ، وَرَثَةُ وَافِرٍ بِحَظٍّ أَخَذَ أَخَذَهُ فَمَنْ الْعِلْمَ، وَرَّثُوا إِنَّمَا Terjemahan “Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan menuju jannah, dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi, sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” HR. Abu Dawud At-Tirmidziy dan isnadnya hasan, lihat Jaami’ul Ushuul 8/6. Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda إنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى , وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ , فَأَنْبَتَتْ الْكَلَاَ , وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ , وَكَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ , فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا مِنْهَا , وَسَقَوْا , وَزَرَعُوا , وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى إنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ الْمَاءَ , وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً , فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللهِ , وَنَفَعَهُ بِمَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ , فَعَلِمَ , وَعَلَّمَ , وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا , وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ رواه البخاري ومسلم Artinya “Perumpamaan apa yang dituliskan oleh Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gemburyang dapat menerima air lalutumbuhlah padang rumput yang banyak. Dari panya ada yang keras dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang tidak menolak kepadanya, dan mengajar, dan perumpamaan orang yang pandai agama Allah dan apa yang dituliskan kepadaku bermanfaat baginya, ia pandai dan mengajar, dan perumpamaan orang yang tidak menolak kepadanya, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah, yang mana saya di utus dengannya”. HR. Bukhari dan Muslim. Hadits - Hadits yang Menjelaskan Pentingnya Ilmu. Hadits-hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu sangat banyak, dan tidak mungkin disebutkan semuanya dalam makalah ini. Para ulama ahli hadits pada umumnya menuliskan bab tersendiri yang menjelaskan pentingnya ilmu. Mereka bahkan menulis sebuah kitab yang khusus menjelaskan betapa pentingnya ilmu bagi seluruh sendi kehidupan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Sabda Rasulullah SAW اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وابن حبان Artinya “Orang-orang yang berilmu adalah ahli waris para nabi” HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban Tentu sudah diketahui, bahwa tidak ada kedudukan di atas kenabian dan tidak ada kemuliaan di atas kemulian mewarisi kedudukan kenabian tersebut. Rasulullah SAW bersabda يَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وابن حبان Artinya “Segala apa yang ada di langit dan bumi memintakan ampun untuk orang yang berilmu”. HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Kedudukan apa yang melebihi kedudukan seseorang yang selalu dimintakan ampun oleh para malaikat langit dan bumi?. Rasulullah SAW bersabda أَفْضَلُ النَّاسِ الْمُؤْمِنُ الْعَالِمُ الَّذِيْ إِنِ احْتِيْجَ إِلَيْهِ نَفَعَ وَإِنِ اسْتُغْنِيَ عَنْهُ أَغْنَى نَفْسَهُ رواه البيهقي Artinya “Seutama-utama manusia ialah seorang mukmin yang berilmu. Jika ia dibutuhkan, maka ia menberi manfaat. Dan jika ia tidak dibutuhkan maka ia dapat memberi manfaat pada dirinya sendiri”.HR. Al-Baihaqi. Hadits ini menjelaskan bagaimana keutamaan ilmu bagi seseorang, dimana ia akan memberikan manfaat dan dibutuhkan oleh orang-orang disekitarnya. Bahkan jika seorang yang berilmu terangsingkan dari kehidupan sekitarnya, ilmu yang ia miliki akan memberikan manfaat kepada dirinya sendiri, dan menjadi penghibur dalam kesendiriannya. Tentang pentingnya ilmu Rasulullah SAW bersabda مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ رواه البخاري ومسلم Artinya “Barang siapa dikehendaki bagi oleh Allah, maka Allah memberi kepahaman untuknya tentang ilmu”, HR. Bukhari dan Muslim Hadits ini adalah hadits yang urgen, dimana seolah-olah Allah menggantungkan kebaikan seseorang terhadap kepahamannya terhadap agama, dalam arti kwalitas dan kwantitas ilmunya dalam masalah agama. Dari sini dapat diketahui bahwa ilmu adalah penting, karena ia menjadi penentu baik dan buruk seseorang. Dengan ilmu ia akan membedakan salah dan benar, baik dan buruk dan halal dan haram. Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda إنَّ مَثَلَ مَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى , وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَتْ مِنْهَا طَائِفَةٌ طَيِّبَةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ , فَأَنْبَتَتْ الْكَلَاَ , وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ , وَكَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ , فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا مِنْهَا , وَسَقَوْا , وَزَرَعُوا , وَأَصَابَ طَائِفَةً مِنْهَا أُخْرَى إنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ الْمَاءَ , وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً , فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللهِ , وَنَفَعَهُ بِمَا بَعَثَنِي اللهُ بِهِ , فَعَلِمَ , وَعَلَّمَ , وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا , وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ رواه البخاري ومسلم Artinya “Perumpamaan apa yang dituliskan oleh Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gemburyang dapat menerima air lalutumbuhlah padang rumput yang banyak. Dari panya ada yang keras dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang tidak menolak kepadanya, dan mengajar, dan perumpamaan orang yang pandai agama Allah dan apa yang dituliskan kepadaku bermanfaat baginya, ia pandai dan mengajar, dan perumpamaan orang yang tidak menolak kepadanya, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah, yang mana saya di utus dengannya”. HR. Bukhari dan Muslim Dari Sahal bin Sa’ad RA, ia menceritakan sabda Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib فَوَاَللهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا , وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ رواه البخاري ومسلم Artinya “Demi Allah! Jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang karenamu, maka itu lebih baik dari pada himar-himar ternak” HR. Bukhari Muslim Rasulullah SAW bersabda مَنْ دَعَا إلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ , لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا , وَمَنْ دَعَا إلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ رواه مسلم. Artinya “Barang siapa mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun dari phala-pahala itu. Barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun dari dosa-dosa itu” HR. Muslim Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ , أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ , أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ رواه مسلم Artinya “Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah semua amalnya kecuali dari tiga perkara, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya” HR. Muslim Hadits-hadits tersebut menjelaskan keutamaan-keutamaan dan pentingnya ilmu bagi manusia. Dan masih banyak hadits-hadits lain. Pandangan Ulama Tentang Pentingnya Ilmu. Imam As-Syafi’i mengatakan مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ , وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ Artinya “Barang siapa menghendaki kebaikan dunia, maka hendaknya ia menggunakan ilmu, dan barang siapa menghendaki kebaikan akhirat, maka hendaknya menggunakan ilmu”. Menurut Al-Ghazali Ilmu, pengetatahuan itu indah, mulia dan utama. Tetapi, selama keutamaan itu sendiri masih belum dipaham, dan yang diharapkan dari keutamaan itu masih belum terwujud, maka tidak mungkin diketahui bahwa ilmu adalah utama. Keutamaan adalah kelebihan. Jika ada dua benda yang sama, sementara salah satunya mempunyai kelebihan, maka benda itu bisa disebut utama, kalau memang kelebihan yang dimaksud adalah kelebihan dalam sifat kesempurnaan. Sesuatu yang indah dan disenangi ada tiga macam, yaitu sesuatu yang disenangi karena ada faktor lain diluarnya, sesuatu yang disenangi karena nilai eksentriknya dan sesuatu yang dicari karena nilai eksentriknya juga karena ada faktor lain diluarnya. Uang adalah sesuatu yang disenangi. Tetapi ia disenangi bukan karena nilai eksentriknya tetapi karena ada faktor lain berupa dapat dibuatnya uang untuk mendapatkan yang lain. Kebahagiaan adalah sesuatu yang disenangi karena nilai eksentriknya, artinya ia disenangi karena kebahagian itu sendiri. Sedangkan sesuatu yang disenangi karena ada faktor lain dari luar dan juga karena nilai eksentriknya dapat dicontohkan seperti kesehatan badan. Kesehatan badan disamping bisa dibuat untuk memperoleh tujuan dan kebutuhan lain, ia juga disenangi karena didalamnya sendiri ada nikmat dan kenyamanan. Dari ketiga macam hal di atas, yang tentunya lebih utama adalah yang ketiga. Apabila memandang ilmu pengetahuan, maka ia termasuk yang ketiga. Ilmu itu sendiri adalah keindahan dan kelezatan, disamping ia dapat dijadikan perantara mendapatkan kebahagian, baik di dunia maupun akhirat. Dengan ilmu kedekatan kepada Allah dapat diraih, kelas lebih tinggi para malaikat dapat diperoleh dan status sosial yang tinggi di surga dapat dinikmati. Dengan ilmu kemulian dunia, pengaruh, pengikut, kemewahan, kekuasaan dan kehormatan dapat diperoleh. Bahkan binatang pun secara naluri akan tunduk kepada manusia karena ilmu yang dimilikinya. Inilah kesempurnaan ilmu secara mutlak. Ali bin Abi Thalib berkata kepada Kumail yang artinya “Wahai Kumail, ilmu itu lebih utama dari pada harta karena ilmu itu menjagamu, sedangkan kamu menjaga harta. Ilmu adalah hakim, sedang harta adalah yang dihakimi. Harta menjadi berkurang jika dibelanjakan, sedangkan ilu akan berkembang dengan diajarkan kepada orang lain”. Menurut Al-Mawardi, keutamaan dan pentingnya ilmu dapat diketahui oleh semua orang. Yang tidak dapat mengetahuinya hanya orang-orang bodoh. Perkataan ini adalah petunjuk bagi keutamaan ilmu yang lebih mengena, karena keutamaan ilmu hanya dapat diketahui oleh ilmu itu sendiri. Ketika seseorang tidak berilmu untuk mengetahui keutamaan ilmu, maka ia meremehkan ilmu, menganggap hina para pemilinya, dan menyangka bahwa hanyalah kekayaan dunia yang akan mengantarkannya kepada sebuah kebahagiaan.
Teknologi apapun bentuknya adalah suatu hal yang sangat penting pada kehidupan hari ini. Tidak heran, sejak jauh-jauh hari Nabi Saw. sudah mengisyaratkan pentingnya mempelajari teknologi bagi seorang artikel ini, kami telah sedikit menghimpun beberapa hadits tentang teknologi yang mungkin dapat menjadi referensi Anda. Semoga bermanfaat ya!طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.” HR Ibnu MajahHadits di atas ini, sepertinya sudah sangat familiar di tengah-tengah kaum muslim. Bahkan mungkin sejak kita kecil sudah mendengar hadits yang singkat tapi penuh makna ini dari guru-guru yang ada di Sekolah Dasar maupun ketika kajian TPA yang diadakan di masjid sekitar dasarnya, hadits ini tidak secara langsung menyebut kata teknologi. Melainkan hadits ini memang merupakan dalil kewajiban untuk mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ilmu fiqih, bahasa Arab, Al Qur’an dan yang jika ditelusuri lebih lanjut lagi, sejatinya disini juga ada anjuran untuk mempelajari teknologi yang notabene merupakan ilmu yang sangat bermanfaat untuk urusan dunia. Hal ini karena sebagian ulama ada yang menafsirkan kata ilmu dengan setiap apa yang berguna bagi kehidupannya di dunia. Dan tentu teknologi merupakan bagian dari hal yang sangat berguna bukan?Bukankah dulu di masa Kekhalifahan Abbasiyah banyak sekali ilmuwan dan cendekiawan muslim yang menjadi pionir teknologi modern saat ini. Sebut saja Al Khawarizmi yang menemukan sistem Al Jabar, Ibnu Firnas penemu konsep pesawat terbang jauh sebelum Wright bersaudara, Ibnu Haytam sebagai Bapak Optik dunia, dan masih banyak yang Manusia Lebih Mengetahui Urusan DunianyaPerlu Anda ketahui, Rasulullah Saw. tidak lebih tahu tentang ilmu dunia dibandingkan para shahabatnya. Di antara buktinya adalah hadits dari Anas tentang mengawinkan بقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ، فَقالَ لو لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ قالَ فَخَرَجَ شِيصًا، فَمَرَّ بهِمْ فَقالَ ما لِنَخْلِكُمْ؟ قالوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا، قالَ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بأَمْرِ ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam melewati sahabatnya yang sedang mengawinkan kurma. Beliau shallallahu alaihi wa sallam lalu bersabda, “Seandainya kalian tidak melakukan seperti itu pun, niscaya kurma itu tetaplah bagus.” Setelah beliau berkata seperti itu, mereka lalu tidak mengawinkan kurma lagi, namun kurmanya justru menjadi jelek. Ketika melihat hasilnya seperti itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya, “Kenapa kurma itu bisa jadi jelek seperti ini?” Kata mereka, “Wahai Rasulullah, Engkau telah berkata kepada kita begini dan begitu…” Kemudian beliau bersabda, “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” HR MuslimBerdasarkan hadits ini, dengan jelas bahwasanya Nabi Saw. tidak lebih mengetahui tentang urusan dunia dibandingkan mereka yang memiliki keahlian pada suatu bidang. Karena pada hakikatnya Nabi pun hanyalah manusia biasa sebagaimana apa yang tertulis dalam Al Qur’ itu, frasa “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu” juga mengandung makna bahwa manusia itu sangat membutuhkan berbagai perkara yang menunjang kehidupan mereka. Diantara perkara tersebut ialah teknologi. Seperti teknologi pangan, kesehatan, transportasi, dan yang Ilmu yang Tidak Terputusإِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” HR. MuslimHadis ini menyatakan bahwa ilmu yang kemudian diamalkan, maka pahalanya tidak akan pernah terputus. Sama halnya dengan penerapan ilmu dalam bentuk teknologi. Seperti misalnya membuat sebuah aplikasi yang di dalamnya mengandung unsur kebaikan, dan kebaikan-kebaikan yang dicantumkan dalam aplikasi tersebut terusdiamalkan oleh orang sudah pasti si pembuat aplikasi ini mendapatkan pahala sama seperti orang yang mengamalkan kebaikan tersebut. Tidak ada yang buruk selama kita tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan tuntunan agama, meskipun ranahnya ialah Mengkaji Ilmu Teknologi untuk Sukses Duniaمَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ“Barang siapa menginginkan perkara yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula.” HR. Bukhari dan MuslimTidak diragukan lagi, untuk mencapai kesuksesan dunia, setiap orang tentu wajib memiliki ilmu yang dapat digunakannya sebagai wasilah kesuksesan tersebut. Tidak mungkin ada orang yang menjadi hebat, kaya, maupun terkenal di dunia tapi kosong dari suatu ilmu yang membawa kesuksesan di dunia adalah ilmu teknologi. Bukankah kita lihat saat ini bahwa mayoritas orang terkaya di muka bumi adalah mereka yang menguasai teknologi? Elon Musk dengan Space X dan teslanya, Bill Gates dengan Microsoftnya, Marck Zuckerberg dengan sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk mempelajari ilmu teknologi secara Orang yang Paham Teknologi Menjadi Rujukanعَنْ سَعْدٍ، قَالَ مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ، ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْخُذْ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِنْ عَجْوَةِ الْمَدِينَةِ فَلْيَجَأْهُنَّ بِنَوَاهُنَّ ثُمَّ لِيَلُدَّكَ بِهِنَّDari sahabat Sa’ad mengisahkan, “Pada suatu hari aku menderita sakit, kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjengukku, beliau meletakkan tangannya di tengah dadaku, sampai-sampai jantungku merasakan sejuknya tangan beliau. Kemudian beliau bersabda,“Sesungguhnya Engkau menderita penyakit jantung. Temuilah Al-Harits bin Kaladah dari Bani Tsaqif, karena sesungguhnya dia adalah seorang tabib dokter. Dan hendaknya dia Al-Harits bin Kaladah mengambil tujuh buah kurma ajwah, kemudian ditumbuk beserta biji-bijinya, kemudian meminumkanmu dengannya.” HR. Abu DaudMeskipun seorang nabi yang diberikan banyak keistimewaan oleh Allah, Nabi Saw. tidak dapat melakukan semua hal, termasuk dalam menyembuhkan manusia. Bahkan pada hadits ini beliau menyuruh sahabatnya yang sakit tersebut untuk berobat kepada yang lebih paham dalam ilmu teknologi kesehatan, yaitu secara tidak langsung hadits ini menunjukkan kemuliaan orang yang mengetahui teknologi. Hal ini karena mereka akan menjadi rujukan bagi siapapun yang butuh kepada teknologi yang dikuasainya. Wallaahu A’lamBaca jugaHadits Tentang Aqidah AhlakMembantu Anda menelusuri informasi seputar kehahalan produk yang beredar di tengah masyarakat. Saat ini sedang menimba ilmu sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar, Mesir. Ikuti kami di Telegram!
hadits tentang ilmu pengetahuan dan teknologi