Lebahvs Semut (sumber : Qerja) Pernah melihat semut yang berjalan beriring bersama-sama hanya dengan satu tujuan yaitu mencari makan. Perhatikanlah bagaimana mereka menyapa setiap berpapasan satu sama lain, terlihat keakraban dan kebersamaan. Dari terbitnya matahari sang semut mencari makanan hingga tenggelamnya matahari mereka baru berhenti.
Kisahlebah madu, yang akan kita simak berikut ini, hanyalah satu di antara berbagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang membuat manusia berdecak kagum. Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya.
Sifatdan Sikap Positif Yang Patut Kita Contoh Dari Hewan Lebah TS sofanzani . 06-04-2015 10:58 . Kaskus Maniac Posts: 4,581. View first unread Lebah adalah hewan yang bersih dan cinta akan kebersihan. Di antara kebersihan yang ditunjukan lebah adalah tempat dia memilih sarang. buat belajar kehidupan. ga perlu cari contoh orang hebat
Bolehjadi karena dari kehidupan semut dan lebah yang begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kehidupan kedua komunitas serangga ini, Allah abadikan sebutan dalam kitab suci dengan sebutan "AN NAML" dengan Surat An Naml untuk komunitas semut dan "AN NAHL" dengan Surat An Nahl untuk komunitas lebah. Hal inilah di antara yang
Ternyata ada beberapa keistimewaan semut yang patut kita contoh dalam kehidupan kita. Sebagai bagian utama dari habitat di seluruh dunia, serangga kecil ini memiliki peran besar. Ukuran semut beragam, ada semut kecil yang hampir tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Ada juga yang berukuran besar. Di samping itu, warna dan bentuknya pun
jUQCTVZ. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bila kita melihat semut, maka hidupnya senantiasa bergotong royong. Begitupun dengan lebah yang suka melakukan kegiatannya secara bersama-sama. Kita bisa belajar banyak dari semut dan lebah. Kedua serangga kecil ini mengutamakan kebersamaan. Tak salah bila nama semut dan lebah masuk dalam kitab suci Al-Qur'an. Itu artinya kita diminta belajar, dan mengamati perilaku kedua jenis serangga ini. Itulah ayat-ayat Allah yang tidak tertulis tapi manusia bisa belajar dan mempelajari fenomena alam semesta untuk kemaslahatan umat manusia. Siapa yang lebih banyak mempelajari fenomena alam ciptaan Allah, maka akan lebih banyak menikmati dan mensyukuri ciptaan Allah di alam ini Semut dan Lebah selalu bekerja sama dalam membangun sarangnya yang kokoh. Perhitungan kekuatan dari sarang ini sangat akurat. Manusia saja, untuk membuat sebuah rumah pasti membutuhkan banyak sekali perhitungan. Mulai dari perhitungan mekanika teknik, struktur baja, konstruksi beton, dan lain-lain. Semut dan lebah dapat melakukannya tanpa belajar sama sekali. Itulah salah satu sifat keistimewaan serangga ini. Semut dan lebah selalu berkoordinasi dalam menemukan makanan ataupun membangun sarangnya. Sehingga, ketepatan dan keharmonisan bentuk sarangnya dapat terjaga dengan baik. Sedangkan manusia, antara suami-istri saja masih sering terjadi perdebatan sengit dalam membangun rumah impian mereka. Semut dan lebah senantiasa membawa manfaat bagi makhluk lainnya. Hal ini tak terbantahkan lagi. Lebah dapat menghasilkan madu dan getah yang dapat menjaga kesehatan manusia. Lebah juga selalu membantu penyerbukan tanaman sehingga tanaman dapat berbuah, dan dapat dinikmati oleh manusia ataupun hewan-hewan lain. Sedangkan semut membangun sarangnya di dalam tanah, dapat membuat pori-pori tanah membesar. Sehingga, air dapat melalui pori-pori tanah dan dapat diserap oleh tumbuhan. Sungguh sebuah keistimewaan yang tiada terkira. Hal itulah yang sering disampaikan oleh pimpinan sekolah bila melepas para siswa yang akan berkunjung ke desa dalam pengenalan kehidupan desa atau field studi. Pimpinan sekolah sellau mengingatkan kepada para peserta didik agar mampu seperti semut dan lebah. Dalam pendidikan karakter, kebersamaan itu sangat penting. Kita diminta untuk saling tolong menolong dalam mengerjakan sebuah pekerjaan. Saling bahu membahu dalam mencapai tujuan. Alangkah indahnya bila para guru di sekolah mampu menanamkan sifat kebersamaan ini dalam mengintegrasikan pendidikan karakter. Selalu mengutamakan kepentingan bersama ketimbang kepentingan pribadi atau golongan. Contoh yang paling mudah adalah pembuatan majalah sekolah. Anak-anak di sekolah kami senantiasa bekerjasama dalam sebuah tim agar mampu menerbitkan sebuah majalah sekolah yang bermutu. Kami memberi nama Majalah Gema SMP Labschool Jakarta. Begitupun dalam pembuatan buku tahunan untuk siswa kelas 9. Mereka berkumpul bersama dan saling berdiskusi untuk menentukan tema yang tepat dalam pembuatan buku tahunan itu. Alhasil, buku tahunan yang dibuat oleh anak-anak itu hasilnya sungguh mempesona. Sayapun terharu ketika para guru di foto oleh mereka, dan dimasukkan ke dalam buku tahunan. [caption id="attachment_120501" align="aligncenter" width="448" caption="Foto Guru SMP Labschool dalam Buku Tahunan"] 13112607991227949340 [/caption] Dalam buku You Are Leader karangan Arvan Pradiansyah dituliskan bahwa kekuatan kebersamaan itu dahsyat. Seperti lidi yang digabungkan menjadi sapu lidi. Bisa digunakan untuk membersihkan halaman yang kotor, dan luas. Mampu menyapu berbagai kotoran sekali sapu saja. Coba bandingkan bila itu hanya sebatang lidi. Tentu tak akan mungkin menyapu kotoran itu dengan sekali sapuan. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. "Apa hebatnya sih, hanya semut kecil doang diinjak dikit juga mati!"Seringkali semut dianggap remeh oleh banyak orang. Namun sebenarnya semut tak seremeh itu. Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali berat badannya kuat secara fisik, semut juga mempunyai sifat yang mulia, berikut 5 sifat positif semut yang patut dicontoh memiliki jiwa solidaritas yang tinggi, dimana dia tidak membiarkan satupun anggota kelompoknya terluka. Semut juga tidak membiarkan temannya tertatih-tatih sendirian, ia pasti akan memanggil semut lainnya untuk menggotong bersama-sama menuju tempat yang lebih aman. membantuSemut tidak akan membiarkan semut lainnya mengangkat barang berat sendirian. Ia pasti akan menghampiri lalu mengangkat secara dan tidak mudah berputus asaCoba kalian perhatikan jika semut mengangkat atau membawa gula. Semut tidak akan berhenti ditengah jalan meski penuh gangguan sekalipun, ia akan terus berusaha hingga mencapai tempat yang ia dan teraturDiatara kalian pasti pernah melihat semut berbaris rapi dan tidak pernah keluar dari barisan tersebut. mereka begitu teratur dan tertata tanpa ada kericuhan jawabSemut tidak pernah meninggalkan kerja yang dilakukan begitu saja. Semut-semut itu pasti akan menyelesaikan pekerjaan yang mereka mulai itu sehingga selesai. Begitulah kiranya beberapa sikap dan sifat yang boleh kita contoh melalui serangga kecil ini. Kecil bukan suatu hal yang remeh untuk kita agar bisa mencapai apa yang kita inginkan dalam hidup. Besar juga bukan bermaksud memiliki kuasa untuk memperoleh apa yang kita inginkan, yang penting adalah usaha yang berterusan tanpa jemu, sentiasa bersungguh-sungguh, di samping memiliki akhlak yang mulia. Semoga bermanfaat. Lihat Pendidikan Selengkapnya
Apakah kamu tahu koloni? Dalam biologi, koloni berarti sekelompok makhluk hidup yang hidup bersama dalam hubungan yang dekat dan saling bergantung. Koloni berbeda dengan kelompok hewan biasa, karena dalam koloni ada pembagian kasta yang biasanya mencakup ratu, pejantan subur, dan hewan-hewan paling umum dari hewan yang hidup dalam koloni adalah semut dan lebah. Kamu pasti pernah melihatnya bukan? Tapi selain kedua hewan itu, masih ada lagi hewan-hewan lain yang hidup dalam koloni. Apa saja contohnya, dan bagaimana cara mereka hidup? Ini koloni rayap terdiri dari ratu, raja, pekerja, dan prajurit. Ratu rayap bisa hidup hingga 50 tahun, terlama di antara serangga manapun. Selama hidupnya ratu dan raja akan terus kawin dan menghasilkan keturunan, maka sebuah koloni rayap bisa terdiri dari ribuan hingga jutaan dalam koloni semut dan lebah umumnya selalu betina, tapi koloni rayap berbeda. Rayap pekerja bisa merupakan betina ataupun jantan. Tugas rayap pekerja mencakup mencari makan, memberi makan nimfa, membangun sarang, hingga merawat ratu. Sementara tugas prajurit adalah menjaga beberapa waktu, rayap pekerja bisa berubah menjadi laron, yaitu rayap yang punya sayap dan pergi dari koloni untuk membuat koloninya sendiri. Jika seekor ratu mati, satu atau beberapa rayap pekerja betina akan Tikus mol dengan tikus mol Damaraland, tikus mol telanjang adalah satu-satunya mamalia yang membentuk koloni. Dikutip dari Smithsonian menyebut bahwa koloni tikus mol telanjang rata-rata berisi 70 individu, namun bisa juga mencapai sekitar 200 ekor. Ada satu ratu alias betina subur, satu sampai tiga pejantan subur, dan tikus-tikus lain yang berperan sebagai pekerja steril alias mandul, dan rupanya itu karena sang ratu terus 'membully' betina-betina lain di dalam koloni. Sang ratu kerap menakut-nakuti betina lain dan mendorongnya kemana-mana, sehingga organ reproduksi mereka tidak berkembang. Para pekerja sendiri bertugas untuk mencari makan, membuat dan menjaga sarang, serta merawat bayi-bayi. Baca Juga 7 Hewan Hibrida Ini Dihasilkan dari Perkawinan Silang Lain Spesies loh 3. Udang pistol adalah sejenis udang mirip lobster yang terkenal karena kemampuannya menghasilkan suara sangat keras dengan mengatupkan capitnya yang besar. Kebanyakan jenis udang pistol hidup sendiri, tapi ada beberapa spesies yang hidup dalam koloni. Fakta itu menjadikan udang pistol satu-satunya hewan air yang hidup Geographic menjelaskan bahwa koloni udang pistol terdiri dari ratu, udang pekerja yang memiliki capit berukuran normal, dan udang prajurit yang memiliki satu capit besar dan bisa menghasilkan suara keras. Prajurit bertugas untuk menjaga sarang dan sang ratu, sedangkan para pekerja bertugas untuk mencari makan dan merawat anak-anak sang Ubur-ubur Portugis Physalia physalis sebenarnya bukan merupakan ubur-ubur. Mereka adalah hydrozoa, yaitu jenis hewan yang hidup berkelompok dalam koloni. Gambar di atas sebenarnya bukan gambar satu ekor hydrozoa, tapi satu koloni hydrozoa. Ya, setiap individu yang disebut polip berperan sebagai satu bagian tubuh dan membentuk satu hewan utuh!Polip-polip hydrozoa ada yang membentuk bagian medusa atau kepala, ada yang membentuk tentakel, ada yang membentuk organ reproduksi, dan sebagainya. Maka setiap polip tidak bisa hidup terpisah dari koloninya karena mereka saling membutuhkan untuk bertahan hidup. Benar-benar kelompok yang bersatu padu ya!Itulah empat hewan selain semut dan lebah yang hidup dalam koloni. Ternyata gak cuma serangga, mamalia dan hewan air pun ada juga yang membentuk koloni ya. Dari mereka kita bisa belajar pentingnya saling bekerja sama dan melaksanakan tugas sesuai peran kita masing-masing. Setuju? Baca Juga 7 Hewan dengan Proses Kehamilan Terunik, Ada yang Bisa Ditunda! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Manusia terkadang diberikan gambaran melalui metafora untuk dijadikan falsafaah hidup, khususnya dala bermasarakat. Ada metafora dengan penggambaran binatang kecil yang diabadikan menjadi nama surat dalam al-Qur’an, yaitu al-naml semut, al-ankabut laba-laba dan al-nahl lebah. Ketiga binatang ini memiliki karakter dan sifat masing-masing yang patut dijadikan pelajaran oleh manusia. Semut memiliki sifat suka berhimpun, dan hoby mengumpulkan makanan sedikit demi sedikit tanpa henti-hentinya. Bahkan semut dapat mengumpulkan makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usianya tidak lebih dari satu tahun. Semut memiliki semangat yang sangat besar, sehingga berusaha memikul sesuatu yang lebih besar dari badannya, meskipun sesuatu yang tidak berguna baginya. Lain halnya dengan laba-laba, sebagaimana digambarkan dalam al-Qur’an bahwa sarang laba-laba adalah tempat yang paling rapuh, apabila dijadikan tempat berlindung, seperti disebutkan dalam surat al-Ankabut ayat 41 “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui” al-Ankabut 41. Siapapun yang berlindung di sarang laba-laba dan yang disergapnya akan binasa. Jangankan serangga yang tidak sejenis, jantannya pun setelah selesai berhubungan disergap untuk dimusnahkan oleh betinanya. Telur-telurnya yang menetas saling berdesakan hingga dapat saling memusnahkan. Berbeda lagi dengan lebah yang memiliki insting sangat tinggi. Lebah digambarkan oleh al-Qur’an seperti dalam surat al-Nahl ayat 68-69 Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang-orang yang memikirkan. al-Nahl 68-69. Lebah memiliki sarang yang dibuat berbentuk bundar atau segi enam bukannya kotak, segi lima atau empat agar tidak terjadi pemborosan lokasi. Lebah memakan dan minum saripati bunga. Tidak seperti semut yang menumpuk-numpuk makanannya, lebah mengolah makanannya dan hasil olahannya itulah menjadi madu yang sangat bermanfaat bagi manusia untuk dijadikan obat. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja dan segala yang tidak berguna disingkirkan dari sarangnya. Lebah tidak mengganggu yang lainnya kecuali yang mengganggunya, bahkan kalaupun menyakiti menyengat sengatannya dapat menjadi obat. Nabi Muhammad Saw. mengibaratkan orang mukmin yang baik seperti lebah, sebagaimana dalam sabdanya “Perumpaan seorang mukmin adalah seperti lebah. Ia tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang baik, dan bila berada pada suatu tempat tidak merusak”. Metafora binatang-binatang kecil tersebut dapat dijadikan falsafah kehidupan manusia di dunia. Apabila manusia tidak mengetahui posisinya sebagai makhluk yang memiliki petunjuk agama bisa saja menempati posisi lebih rendah dari binatang. Semut sebagai metafora bahwa dalam bermasyarakat, orang cenderung lebih mudah berhimpun dan membangun solidaritas dengan yang visinya sama, atau setidaknya memiliki kebiasaan dan hoby yang sama. Semut lebih suka berkumpul membangung solidaritas bersama semut. Para semut memiliki visi yang sama, yaitu lebih suka mengerjakan suatu yang di luar kemampuannya, dan suka menumpuk makanan di luar kebutuhan. Betapa banyak manusia yang berbudaya semut, yaitu suka menumpuk materi atau harta tanpa disesuaikan dengan kebutuhan. Menumpuk-numpuk harta tanpa ada pemanfaatan di jalan agama, dan tidak sedikit problem masyarakat bersumber dari budaya tersebut. Banyak pula yang mengerjakan suatu yang bukan prioritas, bahkan yang bukan menjadi otoritasnya. Pemborosan dan over otoritas termasuk budaya semut, dan di masyarakat banyak budaya-budaya semut yang berkeliaran. Demikian juga, betapa banyak banyak manusia laba-laba, yaitu manunsia-manusia yang tidak lagi butuh berpikir, dan siap memangsa siapa pun, bahkan termasuk teman atau saudara sendiri. Metafora laba-laba dapat dijadikan gambaran bahwa di dalam masyarakat atau kelompok yang keadaannya seperti laba-laba; rapuh, anggotanya saling sikut menyikut, dan antara pimpinan dan bawahan saling curiga. Sedangkan manusia-manusia lebah tidak lebih banyak dari manusia-manusia semut atau manusia laba-laba. Manusia lebah itu adalah mereka yang tidak boros, tidak suka makan atau mengambil haknya orang, yang dimakannya adalah saripati bunga, dan ketika mengambil saripati itu tidak menjadikan bungan itu rusak.. Itulah gambaran orang mukmin yang baik tidak memakan makanan yang haram, tidak mengambil yang bukan haknya untuk kepentingan sendiri. Apa yang keluar darinya bukan sesuatu yang medzalimi orang, tetapi sesuatu yang membahagiakan. Apabila berada pada suatu tempat atau daerah tidak menjadi pengacau dan penyebab kericuhan. Tetapi justru kehadirannya sangat diharapkan oleh orang banyak. *Dikutip dari berbagai sumber. Oleh Dr. AI Hamzani, Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasakti Tegal
FILOSOFI SEMUT, LABA-LABA DAN LEBAH Filed under Kehidupan — borneoindonetwork 2226 Tiga jenis serangga yang menjadi nama tiga surat dalam Alquran adalah semut An-Naml, laba-laba Al-Ankabut, dan lebah An-Nahl. Ketiga binatang itu punya ciri yang khas dan unik. Ketiga binatang kecil ini menjadi kisah dalam Al-Quran tentu ada sebabnya, mengapa menjadi contoh dan dicontohkan, menjadi suri tauladan dalam kehidupan kita. Semut menghimpun makanannya sedikit demi sedikit tanpa henti. Karena ketamakannya menghimpun makanan, binatang ini berusaha – dan sering berhasil – memikul sesuatu yang lebih besar dari badannya. Laba-laba adalah binatang dengan sarang paling rapuh. Meski demikian, sarang ini bukanlah tempat yang aman. Binatang kecil apa pun yang tersangkut di sana akan terjebak, disergap pemilik sarang, lalu tewas. Terakhir, lebah sangat disiplin dalam pembagian kerja, ada lebah pekerja, lebah ratu dan lebah pejantan. Semua bekerja dengan teratur tanpa pernah saling berkelahi atau mengeluh. Segala hal yang tidak berguna disingkirkan dari sarang. Makanannya terpilih dari yang baik-baik saja yaitu nektar sari bunga dan menghasilkan yang baik pula berupa madu. Sarang lebah juga terkenal sangat steril sehingga tidak ada bakteri/kuman yang masuk sehingga tidak ada pembusukan di sarang lebah. Lebah tidak akan menggangu kecuali ada yang menggangunya. Hebatnya lagi, sengatan lebah bahkan bisa dijadikan obat. Di zaman ini jelas ada yang berbudaya seperti semut menumpuk dan menghimpun ilmu tanpa mengolahnya dan materi tanpa disesuaikan dengan kebutuhannya. Budaya semut adalah budaya mumpung’. Ada juga yang berbudaya seperti laba-laba’, yang sifatnya boros. Budaya ini juga banyak terjadi di kalangan masyarakat modern. Mereka cenderung menyerap produk-produk baru yang belum tentu dibutuhkan. Orang berbudaya seperti budaya laba-laba sangat merugikan orang lain dan tidak mensyukuri nikmat yang telah didapatkannya, ia tidak lagi berpikir tentang sekitarnya dan mereka tidak lagi membutuhkan berpikir apa, siapa, kapan, dan di mana. Apa yang ia pikirkan hanyalah untuk kepentingan dan kesenangan pribadi. Budaya terakhir adalah budaya lebah’. Budaya ini harus jadi cermin bagi seorang Muslim karena budaya lebah tidak merusak dan tidak merugikan orang lain, bahkan sangat dibutuhkan. Budaya lebah diibaratkan Nabi saw sebagai Tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali bermanfaat dan berguna bagi orang lain, dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya.’ No comments yet.
kehidupan semut dan lebah yang patut kita contoh adalah